Sedekah Demi Orang Tua

Sedekah Demi Orang Tua
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Saat memberi satu, maka Allah akan menggantinya lebih. Itu adalah konsep sedekah yang kerap Ustadz Yusuf Mansur ajarkan. Konsep tersebut bukan sekedar kalimat kiasan, melainkan benar adanya. Keajaiban bersedekah dirasakan oleh saudara kembar Fajar Rahmi Nurlaili dan Fajar Rahmi Nuraini (21). Keduanya adalah relawan di PPPA Daarul Qur’an Bandung yang sudah berkhidmat selama lima bulan.

Akrab disapa Nenew dan Lelew, mereka menceritakan kisahnya saat berkunjung ke PPPA Daarul Qur’an Bandung, Kamis (18/6). Berawal dari telpon dari sang ibu, dua Fajar ini mulai merenung dan merasa bingung.

“Waktu itu ibu telpon, katanya harus segera mengosongkan rumah kontrakan yang sekarang sedang ditempati, padahal belum ada tempat lain untuk tinggal,” cerita Nenew.

Kondisi keluarga mereka yang tinggal di Sungai Lilin, Palembang, itu bisa dibilang sedang kurang baik. Sudah enam tahun mereka membangun rumah, namun belum rampung karena beberapa kendala, salah satunya ekonomi.

Terbiasa mengajak orang-orang bersedekah, Nenew dan Lelew terpikirkan juga untuk menyisihkan sebagian uang mereka untuk bersedekah. Tujuannya adalah untuk membantu kedua orangtuanya. “Waktu lagi bingung kami terpikirkan untuk bersedekah sambil mendoakan ibu dan bapak agar segera diberikan jalan keluar untuk semua permasalahannya,” lanjutnya.

Beberapa saat setelah bersedekah, Nenew dan Lelew mendapatkan banyak keajaiban. Rumah yang lama tidak selesai akhirnya rampung hanya dalam waktu satu bulan dan bisa ditempati. Sambil terisak, Nenew menuturkan sang ibu bercerita bahwa banyak saudara yang memberi bantuan sehingga rumah yang sedang dibangun bisa selesai dalam waktu cepat.

“Alhamdulillah setelah bersedekah jaraknya tidak sampai sebulan sudah kerasa keajaibannya. Banyak yang bantu untuk membangun rumah. Mendapat rezeki dari orang lain, dan bisa ngasih ke orang tua aku. Kurang dari satu bulan rumah yang tadinya terbengkalai pembangunannya bisa diselesaikan dan ditempati,” tutur Nenew sambal menyeka air mata bahagianya.

Saat ini, keluarga si kembar sudah tinggal di rumah milik sendiri dengan tenang. Mereka sudah tidak diselimuti rasa khawatir akan diusir karena rumah tersebut adalah hasil ikhtiar, doa dan sedekah dari anak-anak mereka yang shalihah. Mereka berharap kisah ini bisa menjadi inspirasi untuk generasi milenial dan menambah semangat untuk bersedekah. (zantina)