Apa Makna Nuzulul Qur’an?

Di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an diperingati cukup meriah. Banyak masyarakat mengadakan sejumlah kegiatan positif, mulai dari mengaji, mengkhatamkan al-Qur’an, hingga mengadakan ceramah-ceramah keagamaan. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga semangat peringatan Nuzulul Qur’an.

Apa Makna Nuzulul Qur’an?
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an diperingati cukup meriah. Banyak masyarakat mengadakan sejumlah kegiatan positif, mulai dari mengaji, mengkhatamkan al-Qur’an, hingga mengadakan ceramah-ceramah keagamaan. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga semangat peringatan Nuzulul Qur’an.

Jika membahas Nuzulul Qur’an, maka kita mesti tahu bagaimana al-Qur’an diturunkan. Pembahasan ini penting guna memberikan pengetahuan komprehensif kepada umat Islam. Ini karena al-Qur’an adalah kita suci umat Islam yang dibaca setiap waktu.

Secara ringkas, al-Qur’an diturunkan melalui dua tahapan besar. Pertama, al-Qur’an diturunkan Allah swt dari Lauh al-Mahfidz ke Baitul Izzah atau Langit Dunia. Pada proses ini, al-Qur’an diturunkan secara sekaligus. 

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan proses ini terjadi. Selain itu, tak ada seorang pun yang mengetahui bagaimana bentuk al-Qur’an dalam proses penurunan ini.

Kedua,setelah diturunkan ke Baitul Izzah, al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Pada proses ini, al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun.

Nah, jika kita membahas tentang Nuzulul Qur’an, maka proses kedualah yang dimaksud, yakni proses turunnya al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Proses ini terjadi pada tanggal 17 Ramadan di Gua Hira. Adapun wahyu pertama yang diturunkan adalah QS. Al-‘Alaq: 1-5.

Kedua proses besar inilah yang membuat kita semua bisa membaca dan menghafal al-Qur’an. Umat Islam seyogyanya mengetahui dua proses penurunan al-Qur’an ini.

Setelah mengetahui dua proses besar turunnya al-Qur’an, umat Islam harus bisa memaknai Nuzulul Qur’an. Bagaimana kita, sebagai umat Islam, memaknai Nuzulul Qur’an?

Memaknai Nuzulul Qur’an

Peristiwa Nuzulul Qur’an adalah sebuah momentum bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, pada momentum tersebut, Allah swt menurunkan kalam-Nya yang mulia.

Kalam Allah swt ini memberikan manusia petunjuk dan tata aturan yang mesti kita jalani. Selain itu, ada pula sejumlah larangan yang mesti dijauhi. Kita, sebagai umat Islam, dianjurkan untuk mengikuti apa-apa yang ada di dalam kitab suci tersebut.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memaknai momentum Nuzulul Qur’an ini. Salah satu yang paling utama adalah meningkatkan intensitas interaksi kita dengan al-Qur’an.

Interaksi yang paling mudah, mungkin, adalah mendengarkan orang membaca al-Qur’an. Akan lebih  baik jika kita juga turut membaca al-Qur’an. Ganjaran pahala yang akan diberikan oleh Allah swt untuk orang yang membaca al-Qur’an amat besar.

Dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad saw bersabda bahwa orang yang membaca al-Qur’an akan diberikan sejumlah pahala untuk setiap hurufnya. Beliau, lebih lanjut, mengatakan bahwa huruf yang dimaksud bukanlah alif lam mim, melainkan alif satu huruf lam satu huruf, dan mim satu huruf.

Pahala ini akan lebih berlipatganda pada bulan Ramadan. Semua amalan baik yang dilakukan pada bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya. Bayangkan, seberapa banyak limpahan pahala dari Allah swt dalam amalan membaca al-Qur’an pada bulan Ramadan.

Selain membaca al-Qur’an, kita sebagai umat Islam juga perlu mentadaburi makna-makna yang ada di dalamnya. Bukan hanya membaca, dengan mentadaburi al-Qur’an, kita mengerti apa maksud Allah swt. 

Bagi orang awam mungkin ini akan sulit. Maka dari itu, alangkah lebih baiknya jika kita memanfaatkan kitab-kitab tafsir yang telah dikarang oleh ulama-ulama kita dahulu.

Demikian pembahasan mengenai makna Nuzulul Qur’an. Mari tingkatkan amalan-amalan baik pada momentum Nuzulul Qur’an.

Wallahu a’lam.

Dukung dakwah tahfizhul Qur'an bersama Laznas PPPA Daarul Qur'an. Klik di sini untuk donasi!