Doa Iftitah Lengkap Berbagai Versi

Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai doa iftitah lengkap dalam berbagai versi yang biasanya ditemukan di masyarakat. Berikut adalah ulasannya.

Doa Iftitah Lengkap Berbagai Versi
Ilustrasi - Doa iftitah/Freepik
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Doa Iftitah - Sholat adalah rukun Islam kedua yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Sholat juga merupakan tiang agama dan mejadi ibadah pertama yang akan Allah hisab di akhirat kelak.

Ibadah sholat dilaksanakan dengan gerakan dan bacaan. Semua aturan tesebut dijelaskan dalam Alquran, hadis hingga ijtima para ulama. Salah satu bacaan doa yang terdapat dalam sholat adalah doa iftitah.

Doa iftitah sendiri memiliki beberapa macam. Namun, ketika menjalankan sholat, kita tidak harus membawa semua versi doa tersebut. Melainkan cukup menghafalkan satu doa dan dilaksanakan dalam setiap kali sholat. Untuk memahami tentang doa iftitah, mari simak ulasan berikut.

Baca juga: Doa Mandi Wajib

Apa Itu Doa Iftitah?

Doa iftitah merupakan doa yang dibaca oleh umat muslim ketika sholat fardhu maupun sunnah, kecuali pada sholat jenazah/ Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ikram sebelum membaca Surat Al-Fatihah.

Tidak seperti Surat Al-Fatihah yang merupakan rukun sholat, doa iftitah tidak masuk dalam rukun sholat dan tidak wajib dibaca dalam sholat. Meski demikian, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk membaca doa tersebut.

Pada suatu saat, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya oleh seorang sahabatnya mengenai doa ini. Riwayat hadis tersebut adalah sebagai berikut:

“Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam ketika takbir dalam shalat, beliau diam sejenak sebelum membaca ayat Al-Qur’an. Kemudian aku bertanya, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan nama ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat Al-Qur’an. Apa yang engkau baca? Beliau menjawab:… (beliau membacakan doa istiftah / iftitah)” (Muttafaq ‘alaih).

Baca juga: Doa Sholat Dhuha Beserta Artinya

Hukum Doa Iftitah

Seperti dijelaskan di atas bahwa doa iftitah tidak masuk dalam rukun sholat, maka hukumnya sendiri menjadi sunnah. Ya, hukum doa iftitah adalah sunnah.

Oleh sebab itu, umat Islam yang tidak membaca doa tersebut dalam sholat maka ia tidak berdosa. Namun, jika membacanya maka akan mendapatkan pahala. Meski begitu, sholat akan tidak sempurna tanpa doa iftitah.

“Sholat seseorang tidak sempurna hingga ia bertakbir memuji Allah dan menyanjungnya kemudian membaca Alquran yang mudah baginya.” (HR. Abu Daud dan Hakim).

Baca juga: Doa Qunut Subuh dan Artinya

Macam-macam Doa Iftitah Arab dan Latin

Doa iftitah ternyata memiliki beberapa versi yang beredar di masyarakat. Versi-versi doa tersebut bukan muncul tanpa alasan, itu semua berdasarkan hadis-hadis.

Kita tidak harus menghafal seluruh versi doa iftitah, namun alangkah baiknya mengetahui beberapa versi tersebut. Berikut adalah macam-macam doa iftitah:

1. Doa Iftitah Allahumma Baid Baini

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Bacaan latin: Alloohumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Alloohumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danas. Alloohummaghsil khothooyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod

Artinya:
Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Duhai Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.

Baca juga: Doa Zakat Fitrah

2. Doa Iftitah Allahu Akbar Kabiiraa

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Bacaan latin: Alloohu akbar kabiirow wal hamdu lillaahi katsiirow wa subhaanalloohi bukrotaw wa ashiilaa

Artinya:
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.

3. Doa Iftitah Versi 3

الْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُباَرَ كًا فِيهِ

Bacaan latin: Alhamdulillahi hamdan kasiiroon toyyiban mubaarokan fiihi.

Artinya : “Segala puji hanya bagi Alloh dengan pujian yang sangat banyak, baik dan penuh berkah.”

Baca juga: Bacaan Doa Saat Bersedekah

4. Doa Iftitah Umum 1

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Bacaan latin: Alloohu akbar Kabiroo Wal hamdu lillaahi Katsiiroo, Wa Subhaanalloohi Bukrotan Wa’asyiilaa.

Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa maa Anaa Minal Musyrikiin.

Inna Syolaatii Wa Nusukii Wa Mahyaa ya Wa Mamaatii Lillaahi Robbil ‘Aalamiina.

Laa Syariika lahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.

Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau tunduk, dan aku tidak termasuk dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sungguh shalatku, ibadahku, hidupku matiku hanyalah untuk Allah Tuhan alam Semesta, yang tidak punya sekutu bagi-Nya. Dengan demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

Baca juga: Bacaan Doa Saat Pikiran Dirundung Masalah

5. Doa Iftitah Umum 2

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Bacaan latin: Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi.

Allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas.

Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji.

Artinya :

“Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan timur dan barat.

Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih yang dibersihkan dari kotoran.

Ya Allah, cucilah (hati)ku dari kesalahan kesalahan dengan air dan salju.”

Baca juga: Doa Malam Lailatul Qadar

6. Doa Iftitah Umum Versi 3

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالْاَرْضَ حَنِيفًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ

شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Bacaan latin: Innii wajjahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifan mushliman wa maa ana minal musyrikiin, innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahi rabbil aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya :

“Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah pencipta langit dan dengan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sungguh shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan alam semesta. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan demikian aku diperintahkan. Aku adalah orang yang pertama berserah diri”

7. Doa Iftitah Versi Panjang

Bacaan doa iftitah yang berikutnya adalah versi panjang. Di mana versi ini dapat dibaca ketika seorang muslim mengharapkan hubungan yang intens dan memiliki keinginan yang kuat. Doa versi ini biasanya dibaca ketika sholat malam.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ

اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ

اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا

اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ

وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ

اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ

Bacaan latin: Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho hanifan wa maa ana minal musyrikiin.

Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaa ya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Allohumma antal malika laa ilaha illaa anta, anta rabii wa anaa ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faghafirlii dzunuubii jamii’aa.

Innahu laa yaghfirudz dzunuuba ilaa anta, wahdinii li ah sanil akhlaaqi laa yahdii li ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta.

labbaika wa sa’daika, wal khoiru kulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika.

ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Baca juga: Doa dan Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban

Artinya :

“Aku menghadap kepada Tuhan sang Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang-orang musyrik.

sungguh shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.

Ya Allah, Engkau adalah raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkau TuhanKu dan aku adalah hambaMu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan).

Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sungguh tak akan ada yang mampu mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.

Bimbing aku pada akhlak yang terbaik, tidak akan ada yang bisa kecuali Engkau.

Hindarkan aku dari akhlak yang jelek, tidak akan ada yang bisa, kecuali Engkau. Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita, seluruh kebaikan di kekuasaanMu, kejelekan tidak dinisbatkan kepadaMu.

Aku hidup dengan pertolongan dan rahmat-Mu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha suci Engkau serta Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu.”

Nah, itulah pembahasan mengenai doa iftitah dari berbagai versi yang bisa kita terapkan dalam sholat. Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam.

Anda bisa berpartisipasi dalam program sedekah penghafal Quran bersama Laznas PPPA Daarul Qur'an. Klik di sini untuk berdonasi. Semoga Allah menerima setiap amal ibadah kita. Aamiin.