Doa Malam Nuzuluk Qur'an

Secara bahasa, doa berasal dari bahasa Arab: da’a – yad’u – da’watan (دعا – يدعو - دعوة) yang berarti memanggil, menyeru, meminta, atau memohon. Secara istilah, doa adalah permintaan atau permohonan sesuatu dari yang tingkatannya lebih rendah kepada yang tingkatannya lebih tinggi. 

Doa Malam Nuzuluk Qur'an
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Secara bahasa, doa berasal dari bahasa Arab: da’a – yad’u – da’watan (دعا – يدعو - دعوة) yang berarti memanggil, menyeru, meminta, atau memohon. Secara istilah, doa adalah permintaan atau permohonan sesuatu dari yang tingkatannya lebih rendah kepada yang tingkatannya lebih tinggi. 

Dalam agama Islam, doa berarti permohonan seorang hamba kepada Sang Pencipta, Allah swt. Doa adalah tanda kerendahan hati dan kerendahan diri seseorang dihadapan penciptanya. 

Hakikatnya, Tuhan Yang Maha Kuasa memiliki kemampuan untuk melakukan apa pun yang Ia mau. Maka dari itu, selain berikhtiar, berdoa kepada Allah swt. adalah suatu keperluan dan kebutuhan bagi seorang muslim.

Dengan doa, seorang hamba merasa tidak mampu melakukan semua hal seorang diri. Mesti ada entitas yang lebih tinggi dan lebih maha kuasa, yakni Allah swt., untuk membantunya dalam mewujudkan keinginan dan kebutuhannya.

Sedangkan, Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya al-Qur’an. Peristiwa ini terjadi, setidaknya, dalam dua proses besar. 

Pertama, penurunan al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia) secara sekaligus. Kemudian, kedua, penurunan al-Qur’an dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad saw. secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril.

Di Indonesia, Nuzulul Qur’an diperingati pada setiap 17 Ramadan. Kegiatnnya diadakan dengan meriyah dan suka cita. Ada yang mengundang penceramah untuk memberikan siraman rohani. Ada juga yang menggelar agenda mengkhatamkan al-Qur’an. Ada yang menyantuni anak yatim, dan sebagainya.

Pada dasarnya, semua amalan baik sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada malam Nuzulul Qur’an: memperbanyak membaca al-Qur’an, bersedekah, bersilaturahmi, iktikaf. Salah satu yang juga tak kalah penting untuk dilakukan adalah memanjatkan doa kepada Sang Pencipta, Allah swt.

Ada banyak hal yang bisa dipanjatkan kepada Allah swt. pada malam Nuzulul Qur’an. Salah satu amalan yang mesti ditingkatkan pada malam Nuzulul Qur’an adalah berdoa. Dalam QS. Al-Baqarah/2: 186, Allah swt. berfirman bahwa Allah swt. berada dekat dengan hamba-Nya. Allah swt. mampu mengabulkan setiap doa para hamba-Nya: 

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ayat di atas berada dalam rentetan ayat-ayat dalam QS. Al-Baqarah/2 yang membahas tentang Ramadan. Ayat 186 di atas mengindikasikan bahwa umat Islam mesti meningkatkan doa-doanya kepada Allah swt. saat di bulan Ramadan, termasuk di malam Nuzulul Qur’an.

Hal ini juga pernah dibahas oleh Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin. Imam Ghazali menganjurkan kepada umat Islam untuk memperhatikan beberapa waktu untuk memanjatkan doa. Waktu tersebut antara lain: hari Arafah, puasa Ramadhan, hari Jum’at, dan sebelum Subuh. 

Ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan oleh seorang muslim pada malam Nuzulul Qur’an. Beberapa doa tersebut antara lain:

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Allhummarhamni bilquran. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa'atrofannahaar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin.

Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَ زِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَ بَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَ تَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَ رَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَ مَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَ نَجَاةً مِنَ النَّارِ وَ الْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Allaahumma innaa nas aluka salaamatan fid diin, wa 'aafiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil 'ilmi, wabarokatan dir rizqi, wa taubatan qoblal maut, warohmatan indal maut, wa maghfirotan ba'dal maut. Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakarootil maut, wan najaata minan naar, wal 'afwa indal hisaab.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, tobat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab.”

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku.”

اَللهُم اغْفِرَلِيْ وَلِوَالِدَى ورْحَمْهُمَا كَمَارَبيَانِيْ صَغِيْرًا

Allahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayanii shaghiraa

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi aku di waktu kecil.”

Sekali lagi, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah swt., terutama pada waktu-waktu yang dianjurkan. Allah swt. selalu memperkenankan setiap doa yang dipanjatkan kepadanya. Allah swt. dalam QS. Ghafir/40: 60 berfirman:

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Wallahu a’lam.