Bentuk Harta Zakat dan Wakaf

Dalam Islam dikenal dua istilah yang sangat populer: hubungan dengan Allah (hablum minallah), dan hubungan dengan manusia (hablum minannas). Keduanya, hubungan dengan Allah swt. dan manusia, mesti dijalankan dengan baik oleh seluruh umat Islam. Umat Islam tidak bisa hanya menjalankan hablum minallah saja dan mengabaikan hablum minannas. Begitu pun sebaliknya, umat Islam tidak boleh hanya menjalin hubungan baik dengan manusia saja namun tak memenuhi kewajibannya dalam berhubungan baik dengan Allah swt.

Bentuk Harta Zakat dan Wakaf
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Dalam Islam dikenal dua istilah yang sangat populer: hubungan dengan Allah (hablum minallah), dan hubungan dengan manusia (hablum minannas). Keduanya, hubungan dengan Allah swt. dan manusia, mesti dijalankan dengan baik oleh seluruh umat Islam. Umat Islam tidak bisa hanya menjalankan hablum minallah saja dan mengabaikan hablum minannas. Begitu pun sebaliknya, umat Islam tidak boleh hanya menjalin hubungan baik dengan manusia saja namun tak memenuhi kewajibannya dalam berhubungan baik dengan Allah swt.

Banyak ajaran Islam yang berkaitan langsung dengan hablum minallah: berbuat baik kepada sesama, saling membantu, mengingatkan orang kepada jalan Allah, dan sebagainya. Termasuk dalam contoh hablum minallah adalah zakat dan wakaf. Mengenai perintah zakat, Allah berfirman dalam QS. Al-Taubah/ 9: 103 bahwa: 

Artinya: “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Adapun mengenai anjuran wakaf, Allah berfirman dalam QS. Ali ‘Imran/3: 92:

Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.”

Setelah mengetahui dalil mengenai zakat dan wakaf, timbul pertanyaan: apa bentuk harta yang harus dizakati dan apa bentuk harta yang bisa diwakafkan? Tulisan ini akan mengulas pertanyaan tersebut. 

Harta yang Harus Dizakati

Jika seorang mukmin memiliki harta dan telah memenuhi ketentuan zakat seperti nisab (batas minimun kepemilikan harta) dan haul (waktu kepemilikan harta selama satu tahun), maka ia dikenakan wajib zakat. Zakat jenis ini dinamakan dengan zakat harta (mal). Ada beberapa bentuk harta yang harus dizakati, sebagai berikut:

  1. Zakat pertanian (biji makanan dan buah-buahan). 
  2. Zakat perniagaan 
  3. Zakat binatang ternak
  4. Zakat perikanan
  5. Zakat emas, perak, uang, logam mulia, dan batu mulia
  6. Zakat piutang
  7. Zakat hasil tambang
  8. Zakat harta rikaz
  9. Zakat surat-surat berharga, saham, dan sukuk
  10. Zakat perusahaan
  11. Zakat investasi properti (perumahan, pabrik, gedung, dan yang sejenisnya) 
  12. Zakat pendapatan, profesi, dan jasa
  13. Zakat harta warisan, pesangon, dan klaim asuransi

Harta yang bisa Dikawafkan

Di masyarakat, wakaf identik dengan mendermakan tanah untuk kepentingan umat yang bermanfaat sesuai dengan syariat Islam. Namun, ternyata wakaf memiliki beberapa bentuk. Setidaknya, ada tiga bentuk wakaf antara lain:

  1. Wakaf benda tidak bergerak. Contoh wakaf jenis ini adalah wakaf tanah.
  2. Wakaf benda bergerak selain uang. Contoh wakaf jenis ini adalah wakaf mobil, wakaf motor, wakaf pesawat, dan lainnya.
  3. Wakaf benda bergerak berupa uang. Di Indonesia, MUI telah mengeluarkan fatwa kebolehan wakaf berupa uang pada tahun 2002.

Dalam Islam, wakaf memiliki empat rukun. Pertama, al-waqif (orang melakukan wakaf). Kedua, al-mauquf (sesuatu yang diwakafkan). Ketiga, al-mauquf ‘alaih (orang yang menerima wakaf). Keempat, sighah (ucapan atau lafaz wakaf).