Kisah Ustaz Destri, Pejuang Qur'an di Zona Merah

Kisah Ustaz Destri, Pejuang Qur'an di Zona Merah
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Ustaz Destri sapaan akrabnya, salah satu pejuang Al-Qur`an di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Zona Merah menjadi sebutan wilayah yang menjadi tempatnya memulai dakwah itu. Tiga tahun lalu ia mendirikan Rumah Tahfizh Daarul Ishlah, Desa Limbang Jaya.

Sebutan Zona Merah karena di wilayah tersebut banyak sekali anak-anak muda yang menjadi pecandu narkoba, minuman keras, penjudi dan sejumlah perbuatan maksiat lainnya. Namun, hal itu tak menyurutkan langkah Ustaz Destri melanjutkan perjuangan dakwahnya.

Baginya ini adalah tantangan. Ia yakin niat yang tulus mampu membuat dakwahnya diterima langsung masuk ke hati. Dakwah Ustaz Destri disambut baik masyarakat setempat. Mulai dari lima santri, saat ini muridnya sudah berjumlah 30 orang.

“Ustaz apakah boleh pulang dari mengaji ini kami minum-minum lagi?” cerita Ustaz Destri mengulang pertanyaan salah satu santrinya yang masih dalam proses hijrah. Ia pun mengizinkan namun dengan perlahan memberikan penekanan dan penegasan dalam jangka waktu tiga bulan.

“Kalau sudah mengaji, kita tidak boleh lagi minum, judi, mabuk, dan nyabu,” demikian Ustaz Destri memberikan penegasan terus menerus tentang perbuatan negatif mereka hingga mereka menyadari dan akhirnya meninggalkan perbuatan buruknya.  

Ustadz Destri adalah salah satu penerima bantuan “Berbagi Senyum Lebaran” PPPA Daarul Qur`an. Program ini merupakan bentuk apresiasi perjuangan dakwahnya. Ia pun mengucapkan terimakasih dan mengaku akan terus berdakwah di tanah Ogan Ilir.

“Kami berharap Rumah Tahfizh Daarul Ishlah dapat menjadi ‘bengkel’ perbaikan anak muda sesuai namanya Daarul Islah yang artinya tempat perbaikan. Semoga Allah SWT senantiasa merahmati dan meridhoi perjuangan ini. Aamiin,” tuturnya.