Niat Ganti Puasa Ramadan Karena Haid

Puasa Ramadan adalah ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah swt. kepada hamba-Nya. Bukan hanya umat Nabi Muhammad saw., namun juga umat-umat sebelum Nabi saw. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam QS. Al-Baqarah/2: 183:

Niat Ganti Puasa Ramadan Karena Haid
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Puasa Ramadan adalah ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah swt. kepada hamba-Nya. Bukan hanya umat Nabi Muhammad saw., namun juga umat-umat sebelum Nabi saw. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam QS. Al-Baqarah/2: 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” 

Namun, tak semua orang dapat menjalankan puasa Ramadan dengan sempurna selama satu bulan. Ini terutama dialami oleh perempuan dewasa yang memiliki siklus menstruasi atau haid. Dalam hal ini, Allah swt. memperkenankan orang-orang yang tak berpuasa untuk menggantinya di hari lain selain bulan Ramadan. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah/2: 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَه فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّه ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Selain itu, dijelaskan juga oleh ‘Aisyah tentang mengganti puasa bagi perempuan yang haid ketika Ramadan. Adapun riwayat ‘Aisyah yang tercatat di dalam kitab Shahih Muslim dan Musnad Ahmad tersebut berbunyi:

عن معاذة قالت سألت عائشة فقلت ما بال الحائض تقضي الصوم ولا تقضي الصلاة فقالت أحرورية أنت قلت لست بحرورية ولكني أسأل قالت كان يصيبنا ذلك فنؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر بقضاء الصلاة

Artinya: “Dari Mu’adzah dia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’.”

Adapun niat ganti puasa karena haid bagi perempuan sama dengan niat ganti puasa biasa yakni:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”