Keistimewaan Malam Nuzulul Qur'an

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan ampunan. Allah swt. mewajibkan umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Allah swt. dalam QS. Al-Baqarah/2: 183 berfirman bahwa tujuan diwajibkannya puasa adalah ketakwaan bagi setiap hamba-Nya. Selain umat Nabi Muhammad saw., ternyata puasa juga dilakukan, berdasarkan ayat tersebut, oleh umat-umat terdahulu.

Keistimewaan Malam Nuzulul Qur'an
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan ampunan. Allah swt. mewajibkan umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Allah swt. dalam QS. Al-Baqarah/2: 183 berfirman bahwa tujuan diwajibkannya puasa adalah ketakwaan bagi setiap hamba-Nya. Selain umat Nabi Muhammad saw., ternyata puasa juga dilakukan, berdasarkan ayat tersebut, oleh umat-umat terdahulu.

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan berkah. Salah satu keberkahan tersebut terdapat di dalam malam Nuzulul Qur’an. 

Nuzulul Qur’an dapat diartikan sebagai peristiwa di mana al-Qur’an diturunkan oleh Allah swt. Terdapat, setidaknya, dua proses penurunan al-Qur’an: 1) dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia) yang, dalam bahasa al-Qur’an, ditandai dengan kata anzala (انزل); dan 2) dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad saw. yang, dalam diksi al-Qur’an, ditandai dengan kata nazzala (نزّل).

Umat Islam di Indonesia senantiasa merayakan datangnya malam Nuzulul Qur’an. Biasanya, peringatan malam Nuzulul Qur’an di Indonesia dilaksanakan pada 17 Ramadan. Ini adalah tanggal yang disepakati oleh sebagian besar ulama sebagai turunnya al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. untuk pertama kali.

Beragam kegiatan digelar guna menyemarakkan agenda Nuzulul Qur’an. Lalu, apakah umat Islam perlu merayakan malam Nuzulul Qur’an sedemikian rupa? Memang apa keistimewaan malam Nuzulul Qur’an.

Ternyata ada beberapa keistimewaan yang terdapat di dalam malam Nuzulul Qur’an. Keistimewaan ini tak terdapat di momen-momen lain selain malam Nuzulul Qur’an. Maka dari itu, tak heran dan tak salah jika umat Islam merayakan kedatangan malam Nuzulul Qur’an dengan sejumlah kegiatan baik.

Keistimewaan pertama. Pada malam Nuzulul Qur’an, Allah swt. menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. di Gua Hira melalui malaikat Jibril. Hal ini ditegaskan oleh Allah swt. dalam QS. Al-Baqarah/2: 185. Allah swt. berfirman:

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil) … ”

Keistimewaan kedua. Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadr. Hal ini Allah swt. tegaskan dalam QS. Al-Qadr/97: 1. Malam Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Allah swt. berfirman: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Keistimewaan ketiga. Pada malam di mana al-Qur’an turun, Allah swt. mengutus para malaikat-Nya untuk turun ke bumi guna mengatur semua urusan. Pada malam itu kondisi malam amat tentram dan sejahtera hingga terbit fajar. Ini sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. Al-Qadr/97: 4-5: 

Artinya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”

Keistimewaan keempat. Al-Qur’an juga diturunkan pada malam yang diberkahi oleh Allah swt. Pada malam itu, Allah swt. menjelaskan semua urusan yang penuh dengan hikmah. Dalam QS. Al-Dukhan/44: 3, Allah swt. berfirman: “sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.”

Demikian beberapa keistimewaan Nuzulul Qur’an atau turunnya al-Qur’an. Keistimewaan Nuzulul Qur’an ini meliputi turunnya al-Qur’an dalam dua proses sebagaimana disinggung pada awal tulisan.

Wallahu a’lam