Rumah Tahfidz Regional Yogyakarta Istiqomah Gelar Ujian Triwulan

Rumah Tahfidz Regional Yogyakarta Istiqomah Gelar Ujian Triwulan
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Pandemi Covid-19 masih menghantui masyarakat Indonesia, belum juga mereda justru kasusnya kembali mengalami lonjakan baru-baru ini. Sementara itu kegiatan masyarakat harus terus berjalan. Salah satunya dalam bidang pendidikan maka kegiatan belajar mengajar dialihkan terselenggara secara daring. Begitu juga untuk ujian-ujian tahfidz di Rumah Tahfidz juga diselenggarakan secara daring. Langkah ini diambil selain untuk meminimalisir penyebaran Covid -19 juga untuk memudahkan para peserta mengikuti perlombaan atau ujian tahfidz.

Seperti Ujian Triwulan yang digelar oleh Koordinator Daerah Rumah Tahfidz area Yogyakarta pada Selasa (22/6) lalu. Ujian ini juga digelar secara daring dengan diikuti oleh para santri Rumah Tahfidz yang tergabung dalam regional Yogyakarta.

Meski awalnya direncanakan selama tiga hari, namun ujian tersebut memakan waktu hingga lima hari. Hal ini dikarenakan banyaknya peserta yang berpartisipasi. Bahkan lebih banyak jika dibanding Ujian Triwulan sebelumnya, yaitu pada Maret lalu.

Rumah Tahfidz Bani Ali Mursyad adalah salah satu Rumah Tahfidz yang mengirimkan peserta terbanyak pada Ujian Triwulan kali ini. Ustadz Ayib Rosidi menyampaikan ujian tahfidz ini sangat membantu para santri karena bisa untuk mengukur kualitas hafalan santri.

“Pada prinsipnya kami senang sekali kalau ada ujian tahfidz secara berkala ini, saya kira itu jadi bahan evaluasi untuk mengetahui santri sudah sejauh mana kelancaran atau hasil mereka menghafal Al-Qur’an selama ini,” ungkap Ustadz Ayib, salah satu Pengasuh Rumah Tahfidz Bani Ali Mursyad Magetan.

Ujian Triwulan santri Rumah Tahfidz Yogyakarta kali ini diikuti oleh 98 santri putra dan putri yang berasal dari sembilan Rumah Tahfidz dengan kategori dari Juz 30 (Juz ‘Amma) hingga kategori 25 Juz.

Ustadz Ulil Absor selaku Koordinator Daerah Rumah Tahfidz PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta sekaligus bertindak sebagai penguji Ujian Triwulan, berpesan kepada para peserta ujian bahwa santri penghafal Al-Qur’an harus memiliki semangat dan motivasi yang tinggi. Banyak tahapan yang harus dilewati, seperti harus baik dan benar bacaannya, istiqomah ziyadah dan murojaah hafalan, maka akan menghasilkan hafalan yang mutqin.

Harapannya, dengan mengikuti Ujian Triwulan ini para santri tahfidz tumbuh semangat dalam menghafal Al-Qur’an dengan memperhatikan dari segi kualitas bacaan dan hafalan sehingga jadi role model bagi santri tahfidz lainnya.

“Ketika ia menghafal itu pasti ia menyendiri, ketika dia sibuk dengan Qur’an sibuk dengan Tuhannya maka secara tidak langsung juga menjaga diri, dari prosedur kesehatan jelas ia menghindari kerumunan, dan pasti InsyaAllah ketika ikut menjaga kalam-kalam Allah, dia juga dijaga dirinya oleh Allah Swt,” pesan Ustadz Ayib Rosidi membenarkan bahwa menghafal Al-Qur’an juga bagian dari ikhtiar menjaga diri termasuk dari wabah pandemi COVID-19. []

Oleh: Umi Nurcahyati, PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta