Apakah Muntah Membatalkan Puasa?

Ramadan adalah bulan yang amat mulia. Bulan yang disambut dengan semangat gegap-gempita oleh seluruh umat Islam. Di dalam bulan ini, Allah swt. mewajibkan umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa. Ibadah yang amat penting dalam Islam. Saking penting ibadah puasa, amalan ini menjadi salah satu rukun Islam.

Apakah Muntah Membatalkan Puasa?
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Ramadan adalah bulan yang amat mulia. Bulan yang disambut dengan semangat gegap-gempita oleh seluruh umat Islam. Di dalam bulan ini, Allah swt. mewajibkan umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa. Ibadah yang amat penting dalam Islam. Saking penting ibadah puasa, amalan ini menjadi salah satu rukun Islam.

Puasa diartikan sebagai ibadah yang mewajibkan seorang muslim untuk menahan beberapa hal seperti makan, minum, dan hal-hal lain yang telah diatur oleh hukum Islam. Ibadah ini dijalankan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hampir sehari penuh umat Islam, pada bulan Ramadan, tidak merasakan nikmatnya makanan dan minuman.

Terkait dengan ibadah puasa, tak sedikit umat Islam yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Salah satu yang banyak diajukan adalah hukum muntah ketika puasa: apakah muntah dapat membatalkan puasa?

Untuk pertanyaan ini, para ulama sepakat bahwa muntah yang dilakukan dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Bagi orang muslim yang sedang berpuasa dilarang untuk muntah dengan sengaja. Hal ini berdasarkan sebuah hadis Nabi saw. yang disampaikan oleh Abu Hurairah:

“Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya menqadha puasanya. Dan barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya menqadha puasanya.” 

Namun, jika muntah itu terjadi tanpa adanya kesengajaan, maka itu tidak menjadi penyebab batalnya puasa. Maka dari itu, umat Islam mesti menjauhi perbuatan ini.

Muntah adalah kondisi yang kadang tidak dapat dikontrol oleh manusia. Kadang muntah terjadi karena seseorang mengalami sakit. Kadang muntah juga terjadi karena kelelahan akibat perjalanan jauh. 

Jika muntah seperti demikian, maka tidak membatalkan ibadah puasa. Namun perkaranya tidak sampai di sini saja. Ada pertanyaan lanjutan dari persoalan ini. Pertanyaan tersebut yakni: “bagaimana jika sisa-sisa muntah tersebut tertelan kembali oleh orang yang berpuasa, sedangkan muntahnya tidak dilakukan dengan sengaja?”

Dalam hal ini, ada yang mengatakan bahwa jika sisa-sisa muntah tersebut ditelan dengan sengaja dan sadar, maka puasanya batal. Namun, jika sisa-sisa muntah tersebut ditelan dengan tidak sengaja atau tidak sadar maka itu tidak membatalkan puasa. 

Dari sini, dapat diambil satu kesimpulan. Konsekuensi dari perbuatan seorang muslim dapat ditentukan dari niatnya. Dalam hal muntah ketika berpuasa, jika muntah diniatkan dengan sengaja maka dapat membatalkan puasa. Namun jika hal itu tidak disengaja maka tidak membatalkan puasa. 

Mengenai niat, Nabi Muhammad saw. bersabda:

“Sesungguhnya amal seseorang itu tergantung dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasannya sesuai dengan apa yang di niatkannya … “

Wallahu a’alm.