Dari Dokter Menjadi Tafsir Al-Qur'an, Kini Nurul Jadi Mahasiswa dI Mesir

Rasa cintanya terhadap Al-Qur'an dan ingin memperdalam ilmunya, Nurul Aini tidak ingin menjadi dokter

Dari Dokter Menjadi Tafsir Al-Qur'an, Kini Nurul Jadi Mahasiswa dI Mesir
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Mengalami kendala ketika menghafal adalah hal yang biasa, akan tetapi bisa mengatasi kendala tersebut dengan belajar lebih giat adalah apresiasi yang luar biasa. Nurul Aini, santri alumni Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Putri Surabaya, membuktikan bahwa kesungguhan dalam mempelajari Al-Qur’an menjadikan proses menghafal menyenangkan.

Remaja kelahiran Sumenep,dua puluh tahun silam ini memiliki keinginan menghafal ketika awal masuk SMA. Moment ketika melihat kakak tingkat yang sedang melaksanakan wisuda tahfidz dengan didampingi kedua orang tuanya. Hatinya pun tergerak untuk menghafal agar bisa membahagiakan kedua orang tuanya, namun ia baru memulai hafalannya ketika lulus dari SMA.

Anak dari pasangan Napang dan Rukiya ini telah menyelesaikan hafalannya dalam waktu yang cukup singkat dari target yang diberikan. Nurul mampu menyelesaikan hafalan 30 Juznya dalam waktu 1,5 tahun, tepatnya bulan desember 2022.

Mengalami kendala pada tajwid membuatnya kesusahan ketika mulai menghafal namum karena mengingat ada harapan dari kedua orang tuanya, ia memperkuat kembali niatnya, lebih semangat belajar tajwid dengan bimbingan ustadz dan ustadah di Rumah Tahfidz membauat dirinya semakin terpacu untuk menyelasaikan hafalan dan terus belajar.

Rasa haus akan ilmu Al-Qur’an membuatnya ingin mengenal lebih jauh kandungan di dalamnya. Keinginan tersebut di dukung oleh kedua orang tuanya. Kini, Nurul menjadi salah satu mahasiswa di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir dengan program studi tafsir Al-Qur’an.

Harapannya setelah ia menyelesaikan studinya di Mesir, ia akan kembali ke Indonesia dan mendirkan rumah tahfidz nantinya agar ilmu yang sudah didapatkan lebih bermanfaat dan tenteunya untuk membantu mempersiapakn generasi qur’ani sejak dini.

“awalnya saya bercita-cita menjadi seorang dokter, tapi ditengah-tengah proses menghafal saya tidak lagi ingin, sekarang lebih ingin mengenal Al-Qur’an lebih dalam lagi, bismillah semoga ini menjadi jalan kebaikan nantinya,” ungkapnya.

Oleh : Septy Rachma A, PPPA Daarul Qur’an Surabaya