Donatur Uji Hafalan Santri Rumah Tahfidz

Donatur Uji Hafalan Santri Rumah Tahfidz
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

"Assalamualaikum, bapak, ibu, kami dari Rumah Tahfidz Surya Taman Aisy, ingin bersilaturahim dan simakan hafalan dengan bapak dan ibu," sapa Aisyah dan ketiga rekannya saat bertamu ke kediaman Emah Khuzaemah (46), Selasa (22/10).

Kala itu, Emah sapaan akrabnya, sudah berada di bibir pintu rumahnya. Emah dan suami telah menunggu kedatangan santri dari Rumah Tahfidz Surya Taman Aisy, Depok, sejak pagi. Saat mereka tiba, ia terlihat bergembira atas kedatangan empat santri tersebut.

Para santri disambut dengan sangat baik oleh Emah. Kedatangan keempat santri ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. Dalam kegiatan ini, santri berkeliling ke rumah warga untuk bersilaturahim dan simakan hafalan. Warga dipersilahkan untuk menguji hafalan santri dari juz yang sudah mereka kuasai.

Emah merupakan salah satu warga yang rutin berkunjung ke Rumah Tahfidz Surya Taman Aisy, ia sudah tidak asing lagi dengan sosok santri tersebut. Tanpa berpanjang lebar, ia pun bergegas mengambil mushaf Al-Qur'an dan mencari beberapa ayat yang ingin ia ujikan kepada para santri.

Satu persatu santri diuji hafalan Al-Qur'annya oleh Emah. Masing-masing mendapatkan jatah dua pertanyaan. Setelah satu ayat yang dibacakan oleh Emah, santri meneruskan hingga lima ayat setelahnya. Jika terjadi kesalahan, Emah menegur dan membenarkan ayat tersebut.

Aisyah, salah satu santri mengaku gugup saat membacakan hafalan Al-Qur'annya di depan Emah. Ini memang merupakan kali pertama ia dan para santri lain membacakan hafalan mereka di depan warga atau donatur. Tentu saja, mereka masih malu dan belum terbiasa. Namun demikian, ia mengaku tetap bersemangat.

"Awalnya agak gugup, tapi kami tetap berusaha sebaik mungkin. Ini juga bagus untuk melatih hafalan kami. Sebelumnya, simakan hanya dengan ustadz, ustadzah atau teman seasrama, jadi ini lebih menantang," tutur Aisyah.

Tak hanya Aisyah dan para santri yang bersemangat. Emah pun sangat antusias menguji hafalan santri. Ia mengaku senang dengan kedatangan santri-santri tersebut ke rumahnya. "Alhamdulillah, terima kasih, anak-anakku, sudah datang ke sini, silaturahim dan simakan hafalan. Saya malu juga, karena bacaan Al-Qur'an saya masih begini. Tapi, nggak apa-apa, nanti belajar bareng mereka lagi," tutur Emah.

Wanita asal Cirebon ini pun memberikan tanggapannya kepada beberapa jawaban santri saat diuji. Menurutnya, hafalan dan bacaan para santri sudah bagus meski ada yang harus ditingkatkan. "Mungkin karena mereka agak gugup, ya. Jadi, bacanya tergesa-gesa. Tapi, secara garis besar sih bagus. MasyaAllah," ucap ibu tiga orang anak ini.

Selain menanggapi hafalan santri, Emah pun mengucapkan selamat hari santri kepada keempat santri tersebut. Ia berharap, santri  Rumah Tahfidz Surya Taman Aisy dan di seluruh Indonesia tetap bersemangat untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. "Saya Emah, mengucapkan selamat hari santri nasional kepada santri-santri di seluruh Indonesia," imbuhnya. (dio/ara)