Institut Daarul Qur'an Mulai Dibangun

Institut Daarul Qur'an Mulai Dibangun
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Peletakan batu pertama pembangunan Institut Daarul Qur’an (Idaqu) yang bertepatan dengan Gerakan Sedekah Nasional (Gersena) pada 27 April lalu pertanda pembangunan telah dimulai. Rektor Idaqu Muhammad Anwar Sani mengatakan saat ini lembaganya tengah menunggu izin dari Kementerian Agama dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Alhamdulillah setelah visitasi Kopertais Jawa Barat dan Banten, saat ini borang perizinan sudah di Kemenag dan nanti dilanjut ke Kemenristekdikti. Insya Allah, Juli izin keluar dan kami sudah bisa beropeasi,” ujar Ustaz Sani dalam sambutannya di acara Ceremonial Peletakan Batu Pertama Idaqu di Kantor Pusat Paytren, Bandung, Sabtu (27/4).

Institut Daarul Qur’an tutur Ustaz Sani, dibangun atas dasar ikhtiar mewujudkan mimpi “Membumikan Dunia dengan Al-Qur’an. Berdirinya kampus pembumi Al-Qur’an ini diharapkan mampu memfasilitasi para santri penghafal Al-Qur’an yang ada di seluruh wilayah dakwah Daarul Qur’an serta masyarakat umum yang ingin menghafal Al-Qur’an dan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

“Saat ini ada kurang lebih 6.000 santri yang tengah belajar dan menghafal Al-Qur’an di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an baik yang berbayar maupun beasiswa di seluruh Indonesia serta 35.072 sanri di 1.027 di bawah naungan Rumah Tahfizh Center (RTC). Mereka adalah generasi penerus dakwah Daarul Qur’an yang akan menjadi pemimpin masa depan,” ucap Ustaz Sani.

Antusias masyarakat menjadi barometer kesuksesan Idaqu di masa depan. Bagaimana tidak, sejak dibuka peminatan sudah lebih dari 600 orang mendaftar di Idaqu. Karenanya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian berdirinya kampus pembumi Al-Qur’an serta lahirnya para sarjana penghafal Al-Qur’an.

“Ini adalah tangungjawab kita bersama bagaimana kita semua. Kami memohon doa dan dukungan agar Allah memudahkan dan melancarkan ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan berdirinya Idaqu untuk melahirkan generasi Qur’an terbaik yang mampu membawa perubahan untuk peradaban Islam melalui nilai-nilai tahfizhul Qur’an,” harapnya.