Kisah Ulbah bin Zaid: Sedekah Ketulusan dan Keimanan

Kisah Ulbah bin Zaid: Sedekah Ketulusan dan Keimanan
Kisah Ulbah bin Zaid
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Ulbah bin Zaid adalah sahabat Nabi dari Ansar. Dia adalah teman yang miskin atau tidak terlalu kaya. Salah satu cerita yang sering diceritakan adalah ketika Ulbah tidak bisa ikut berjihad dengan umat Islam lainnya. Simak kisah selengkapnya di dalam artikel ini, semoga kita para pembaca bisa mengambil pelajaran dari kisah Ulbah bin Zaid

Perjalanan Ulbah bin Zaid

Saat itu, pada tahun kesembilan Hijriah, tepatnya di bulan Rajab, Allah memerintahkan jihad melawan tentara Romawi di daerah Tabuk. Ulbah sangat ingin berangkat, namun rupanya ia harus tetap tinggal di Madinah karena kekurangan perbekalan.

Meski medan dan beban masa sulit, sebagian besar sahabat Nabi, baik kaya maupun miskin, antusias menyambut seruan jihad. Beberapa orang lainnya yang merasa kesulitan dan tidak menyukai seruan ini adalah mereka yang berada di kalangan orang-orang munafik yang justru akan senang jika tidak diperbolehkan ikut berjihad.

Adapun Ulbah bin Zaid, keinginannya untuk ikut berjihad sangat kuat. Ulbah sangat ingin berinfak dan pergi ke Tabuk. Namun Abu Bakar, Umar, Utsman, dan al-Abbas masing-masing menyumbangkan harta terbaik mereka, antara lain ribuan dinar dan dirham, serta puluhan hingga ratusan ekor unta, dan teman-teman lain yang kurang mampu juga menyumbangkan sebagian kurma mereka. Semuanya demi perbekalan kaum muslimin yang berjihad

Ulbah sadar tidak memiliki harta, beliau mendatangkan Nabi Muhammad bersama sahabat yang lain untuk mengadu permasalahannya. Ulbah tau hanya jiwanya saja yang bisa ia sedekahkan. Akan tetapi Nabi mengatakan ketidak sanggupan beliau untuk mengikutsertakan mereka, bahkan sepasang sandal pun tidak bisa diberikan. Hal ini membuat Ulbah termasuk orang-orang yang tidak dikenai dosa.

Meskipun seperti itu, Ulbah pulang kerumahnya dengan bersedih dan mengungkapkan apa yang ia gelisahkan dalam doanya

“Ya Allah, sungguh Engkau telah memerintahkan berjihad. Engkau mendorong untuk ikut. Namun Kau takdirkan aku tidak memiliki materi yang menguatkanku dalam jihad. Engkau juga menakdirkan tidak ada sesuatu di tangan Rasulullah yang bisa membawaku ke sana. Sungguh aku bersedekah untuk (memaafkan) setiap muslim atas kezaliman yang mereka lakukan padaku, baik pada harta, jasad, atau kehormatanku.”

Pada pagi harinya saat shalat subuh berjamaah Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat yang hadir dalam jama’ah, “Siapakah yang malam tadi telah bersedekah?”.

Rupanya Jibril AS diperintahkan Allah untuk menyampaikan kepada Nabi tentang sedekah seorang sahabat tadi malam. Ulbah sendiri tidak menjawab karena merasa dirinya tidak bersedekah apa-apa. Mendengar tidak ada seorang pun yang menanggapi, Rasul kembali bertanya, “Di mana orang yang bersedekah? Berdirilah!”

Lalu Ulbah berdiri dan menceritakan sedekah yang ia panjatkan ketika shalat malam kepada Nabi. Kemudian Nabi bersabda, “Bergembiralah, wahai Ulbah! Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Sedekahmu termasuk amalan yang diterima.”

Hikmah Kisah Ulbah bin Zaid

Dari kisah di atas dapat dipelajari dan diambil hikmah, bahwa usaha seorang mukmin untuk bersedekah dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah, meskipun ia memiliki kekurangan, seperti yang dilakukan Ulbah bin Zaid, akan Allah lihat dan catat sebagai amalan kebaikan. Sedekah apa pun akan Allah terima, asalkan berasal dari orang yang berhati ikhlas.

Begitu juga dengan kesedihan atas terlewatnya suatu kebaikan, sebagaimana tangisan Ulbah tatkala menerima kenyataan bahwa Nabi pun tidak dapat membantunya ikut berjihad, tidak akan Allah sia-siakan. Allah maha tahu, mana hambanya yang tidak mampu melaksanakan kebaikan padahal berkeinginan, dan maha tahu mana yang selalu melewatkan kebaikan padahal ia mampu.

Anda bisa berpartisipasi dalam program sedekah penghafal Quran bersama Laznas PPPA Daarul Qur'an. Klik di sini untuk berdonasi. Semoga Allah memberikan kesehatan dan menerima setiap amal ibadah kita. Aamiin.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran