Melukis Senyum Yatim, PPPA Daarul Qur'an Semarang Ajak Puluhan Santri Dolan Ke Museum

Bahagia, sebuah kata yang cocok untuk menggambarkan ekspresi wajah dari 30 santri yatim hebat penghafal Al-Qur'an dan dhuafa yang hadir dalam agenda "Semarak Muharram 1444 H" yang digelar PPPA Daarul Qur'an Semarang pada Ahad (7/8).

Melukis Senyum Yatim, PPPA Daarul Qur'an Semarang Ajak Puluhan Santri Dolan Ke Museum
Melukis Senyum Yatim, PPPA Daarul Qur'an Semarang Ajak Puluhan Santri Dolan Ke Museum
Melukis Senyum Yatim, PPPA Daarul Qur'an Semarang Ajak Puluhan Santri Dolan Ke Museum
Melukis Senyum Yatim, PPPA Daarul Qur'an Semarang Ajak Puluhan Santri Dolan Ke Museum
Melukis Senyum Yatim, PPPA Daarul Qur'an Semarang Ajak Puluhan Santri Dolan Ke Museum
Melukis Senyum Yatim, PPPA Daarul Qur'an Semarang Ajak Puluhan Santri Dolan Ke Museum
Melukis Senyum Yatim, PPPA Daarul Qur'an Semarang Ajak Puluhan Santri Dolan Ke Museum
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Bahagia, sebuah kata yang cocok untuk menggambarkan ekspresi wajah dari 30 santri yatim hebat penghafal Al-Qur'an dan dhuafa yang hadir dalam agenda "Semarak Muharram 1444 H" yang digelar PPPA Daarul Qur'an Semarang pada Ahad (7/8).

Sebanyak 30 santri yatim dan yatim piatu ini berasal dari berbagai kalangan di antaranya warga sekitar Kantor PPPA Daarul Qur’an Semarang dan Rumah Tahfidz di Kota Semarang yang berada di wilayah Koordinator Daerah Satu (Korda I) Rumah Tahfizh Center Jawa Tengah.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Hajj Chicken, Yamie Panda, Nasmoco, Taspen, Askrindo dan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita. Selain itu, aksi ini merupakan bagian dari program rutin PPPA Daarul Qur'an Semarang setiap bulan Muharram dengan tujuan untuk memuliakan para santri yatim.

Tidak hanya sekedar memberikan santunan saja, namun mereka juga diajak untuk bertamasya sekaligus belajar sejarah dengan mengelilingi Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yang terletak di Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat.

Selama berkeliling museum, para santri mendapat penjelasan dari pemandu mengenai setiap benda yang dipajang di setiap museum. Puas melihat benda-benda bersejarah, mereka kemudian menonton film pendek tiga dimensi di bioskop mini.

Keseruan pun berlanjut dengan mendengar dongeng anak Islami yang dibawakan oleh Kak Nabila. Di punca acara para santri menerima santunan berupa uang tunai serta bingkisan yang terdiri dari perlengkapan sekolah.

Wildan Kusuma (11), santri yatim dari Rumah Tahfidz Riyadlul Jannah ini mengaku sangat senang sekali. "Seneng banget udah diajakin jalan-jalan, nonton film, dengerin dongeng. Jadinya aku nambah cerita, pengetahuan sama pengalaman. Udah gitu dikasih rejeki juga, dapat uang sama bingkisan. Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada PPPA Daarul Qur’an Semarang dan para Donatur," ungkapnya dengan raut wajah yang sumringah.

Kepala cabang PPPA Daarul Qur'an Semarang, Zaenul Komar mengungkapkan bahwa Bulan Muharram kali ini bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia, karenanya di momen ini ingin membahagiakan para santri yatim dengan mengajak mereka bersenang-senang sekaligus belajar tentang sejarah.

"Mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan memberikan perannya untuk Indonesia, sebab itulah mengenal sejarah diperlukan agar mereka dapat pelajari, hargai dan kelak diperbaiki dengan bekal pengetahuan ilmu agama dan Al-Qur'an yang mereka miliki. Dan kami berterima kasih sekali kepada berbagai pihak yang ikut serta mewujudkan kebaikan ini," pungkasnya.

Oleh: Shinta, PPPA Daarul Qur'an Semarang