Mobile Qur'an Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Desa Tegal Siwalan

Mobile Qur'an PPPA Daarul Qur’an Surabaya berkolaborasi dengan Komunitas Warung Lukis Anak dan Barisan Owner Musang Probolinggo (Bromo) dalam agenda yang bertajuk “dongeng watumuni bersama anak-anak dan sahabat difabel” Ahad (26/6). Acara tersebut dihadiri oleh anak-anak TPQ, difabel dan ibu-ibu warga Desa Bladu Wetan, Probolinggo.

Mobile Qur'an Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Desa Tegal Siwalan
Mobile Qur'an Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Desa Tegal Siwalan
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Mobile Qur'an PPPA Daarul Qur’an Surabaya berkolaborasi dengan Komunitas Warung Lukis Anak dan Barisan Owner Musang Probolinggo (Bromo) dalam agenda yang bertajuk “dongeng watumuni bersama anak-anak dan sahabat difabel” Ahad (26/6). Acara tersebut dihadiri oleh anak-anak TPQ, difabel dan ibu-ibu warga Desa Bladu Wetan, Probolinggo.

Sebelum mendengarkan motivasi dari tMobile Qur'an, anak-anak diajak untuk membuat karya di atas batu. Menurut Kak Indah, pemateri melukis sekaligus perwakilan dari Komunitas Warung Lukis Anak mengatakan tujuan dari melukis di atas batu ini untuk melatih kreatifitas anak-anak dan ibu-ibu, selain itu untuk membuat lingkungan sekitar menjadi lebih berwarna.

“Batu itu identik dengan diam dan benda mati yang tidak bersuara, biar batu itu menjadi arti maka di berikan lukisan itu agar yang tadinya benda mati bisa bercerita dan lebih berwarna tentunya,” ungkap kak Indah.

Acara berlanjut bersama barisan Owner Musang Probolinggo, Kak Aryo memberikan edukasi kepada anak-anak dan warga setempat bahwa musang merupakan hewan jinak yang bisa dipelihara. Banyaknya ayam yang mati juga membuat warga resah.

Kak Aryo membenarkan hal tersebut, karena makanan di habitatnya tidak cukup. “Musang ini makan ayam warga karena makanan di habibat aslinya kurang, jadi mohon dimaklumi. Semoga kedepannya tidak ada lagi yang memburu ayam disini,“ tuturnya.

EduKasi berlanjut oleh Mobile Qur'an dalam penguatan rohani anak-anak agar lebih cinta terhadap Al-Qur’an. Aksi tersebut sekaligus mengajak mereka untuk mengingat kembali hafalan yang sudah mereka miliki. Salah satu santri mengungkapkan kebahagiaannya ketika Mobile Qur'an datang ke tempat mereka tinggal.

“Saya senang bisa mengaji dan menghafal bersama kakak-kakak disini, nanti datang lagi ya,” celoteh Willy, dengan bahasa anak-anaknya.

Setelah semua rangkaian acara selesai, PPPA Daarul Qur’an Surabaya memberikan bingkisan kepada Hasan yang seorang anak penyendang disabilitas.

Ramadani, Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Surabaya menyambut baik kolaborasi acara ini. ia menyebut acara ini baik untuk mengedukasi anak-anak dan ibu-ibu yang ada di Desa Bladu Wetan.

“Batu apapun jenisnnya ketika di jadikan sebuah karya akan memiliki banyak makna, dapat menciptakan energi positif untuk anak usia dini dan mereka bisa mengkespresikan apapun yang mereka pikirkan,“ ujarnya. 

Oleh: Septy Rachma A, PPPA Daarul Qur’an Surabaya