PPPA DAQU Surabaya Distribusi Bantuan Sembako Untuk Tunanetra

PPPA DAQU Surabaya Distribusi Bantuan Sembako Untuk Tunanetra
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Kehidupan sejumlah pencari nafkah berubah drastis setelah wabah corona melanda Indonesia. Para tunanetra yang membuka panti pijat, misalnya. Pasien pijatnya menjadi berkurang setelah penerapan “Social Distancing”.

Padahal, jasa pijat adalah sumber penghidupan keluarga. Maka, bagaimana jika tak ada pasien yang datang kerumah atau pasien yang memanggil? Mereka terancam tak bisa memenuhi kehidupan sehari-hari. 

"Biasanya sehari ada 3-5 pasien yang datang kerumah mas, tapi sejak covid -19 ini ada, langsung turun drastis mas, bahkan hari ini  hingga sore belum ada pasien," ujar Heri Cahyono kepada tim PPPA Daarul Qur'an Surabaya. 

Alhamdulillah, pada hari Rabu (1/4), tim PPPA Daarul Qur'an Surabaya bersilaturahmi ke rumah Heri Cahyono. Ia membuka jasa pijat dengan nama Panti Pijat Seger Waras. Tim PPPA menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepadanya. 

Dari informasi yang disampaikan oleh Heri selaku ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sidoarjo, jumlah tunanetra yang ada di Sidoarjo lebih dari 100 orang, namun yg  aktif di Pertuni hanya sekitar 80 orang. 

"Sebagian besar berprofesi membuka jasa pijat, dan pastinya sangat merasakan dampak dari covid-19 ini," lanjutnya.

Di hari yang sama, Tim PPPA Surabaya juga bersilaturahmi ke Romi. Ia juga tunanetra yang membuka jasa panti pijat di rumahnya, yang beralamatkan di Desa Cemandi, Kec. Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Sehari-hari Romi melayani pasien pijat, namun ia termasuk jamaah aktif di musala sekitar rumahnya.

Heri serta Romi adalah dua dari sekian banyak tunanetra yang berprofesi sebagai tukang pijat. Mereka merasakan dampak langsung dari wabah yang tengah melanda saat ini

PPPA mengajak sahabat semua untuk bersama membantu pak Heri dan pak romi serta teman-temanya agar tetep bisa tercukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.(aam/mnx)