Tekad Sinta Wujudkan Impian Mendiang Ayahnya

Tekad Sinta Wujudkan Impian Mendiang Ayahnya
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Rasa haru masih menyelimuti Sinta Rahayu (11) saat mengenang kepergian ayahnya. Sinta kerap teringat percakapan terakhirnya dengan sang ayah. Kenangan bersama ayahnya seringkali terngiang.

Ayahnya dulu bekerja sebagai kuli bangunan dan wafat sekitar tiga bulan silam. Sepeninggal ayahnya peran sebagai tulang punggung keluarga pun kini diambil alih ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.

“Ayah pengen tidur bareng neng, pengen deket neng terus, pas jam tiga subuh ayah udah meninggal…,” ucap Sinta seraya mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Menjelang kepergiannya, sang ayah berpesan kepada anak-anaknya untuk menimba ilmu di pondok pesantren agar dapat memperdalam ilmu agamanya, sehingga kelak dapat menjadi anak yang sholih sholihah yang dapat mendoakan kedua orangtuanya saat sudah tiada.

“Sinta teringat waktu itu Aa (kakak Sinta) bilang gini ke ayah, pokoknya Aa cuma bisa beraniin diri bilang ke ayah, ya, ayah jangan khawatir. Ayah yang penting sembuh dulu. InsyaAllah Aa bisa jagain adik-adik, jagain mamah, Aa bantu cari uang biar bisa sekolahin (adik),” tutur Sinta

Ucapan itu diutarakan Indra, yang mana merupakan kakak Sinta, agar sang ayah tidak terus menerus mengkhawatirkan keluarga. Namun, nasib berkata lain. Kondisi kesehatan sang ayah justru kian memburuk. Beberapa jam setelah percakapan terakhir itu, ayah Sinta menghembuskan napas terakhirnya.

Sinta melihat ayahnya sebagai sosok yang baik, penyayang, selalu menuruti keinginannya, suka membantu mengerjakan tugas sekolah, pekerja keras dan tidak pernah lelah mencari nafkah untuk keluarga.

Saat ini, Sinta merupakan salah satu santri Rumah Tahfidz Azka Azkia, Bogor, Jawa Barat. Ia mempunyai impian besar untuk menjadi hafidzah 30 juz dan ingin mewujudkan cita-cita yang diharapkan ayahnya.

Ustadzah Suryani, Pengasuh Rumah Tahfidz Azka Azkia menceritakan keseharian Sinta selama di Rumah Tahfidz. “Kegiatan sehari-hari Sinta di sini sama seperti santri lainnya, dia itu anaknya pendiam, terus sangat disiplin dan adabnya pun, masyaAllah, sopan banget. Kalau hafalannya baru hafal juz 30 karena dia baru masuk ke sini sekitar tiga bulan.”

Ia berharap Sinta dapat istiqomah menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Azka Azkia dan mewujudkan impian mendiang ayahnya. Dirinya juga ingin Sinta tumbuh menjadi anak yang tangguh dan bertanggung jawab agar kelak menjadi salah satu penerus bangsa. []

Oleh: Nadzar, PPPA Daarul Qur’an Bogor