Program Wali Asuh, Ikhtiar Mendawamkan Tahfidzul Qur'an di Lima Benua

Program Wali Asuh, Ikhtiar Mendawamkan Tahfidzul Qur'an di Lima Benua
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

PPPA Daarul Qu’an menggelar Gathering Santri dan Tabligh Akbar di Saung Dolken Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (12/1). Acara yang diikuti ratusan santri ini salah satunya mempertemukan wali asuh dengan anak didiknya yakni para santri penghafal Al-Qur’an.

Wali asuh sendiri merupakan program PPPA Daarul Qur’an untuk belajar non-berbayar alias takhassus, selain program berbayar bagi keluarga mampu. Takhassus digulirkan di Bogor dan melalui ibu-ibu pengajian, program ini berkembang sehingga sejumlah donatur memiliki anak-anak asuh.

“Harapan kami tak hanya di Bogor, tetapi daerah lain juga se-Indonesia, dan program ini terus kami kembangkan untuk mendukung tahfidz dari kalangan kurang mampu. Mimpi kami tahfidz ini tersebar di lima benua. Sudah ada di Gaza, Malaysia, Jepang dan Afrika. Kalau untuk Eropa, santri-santri terbaik sudah disebar ke masjid-masjid,” ,” ujar Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Bogor, Muhammad Thoriqin.

Sementara ratusan santri yang mengikuti Gathering Santri dan Tabligh Akbar berasal dari 10 pesantren di Cinagara-Caringin, Kabupaten Bogor; Cimanggis-Depok; Cikarang-Bekasi dan Kemang-Jakarta Selatan. PPPA Daarul Qu’an masih terus membutuhkan wali asuh agar semakin banyak generasi Qur’ani karena tahfidz ini dituntut tidak hanya menghafal saja, tetapi mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tahfidz juga setelah selesai akan mengabdi dulu di pusat yang nanti disebar ke pesantren-pesantren tahfidz. Target belajarnya adalah 4 tahun belajar sudah hafal 30 juz,” Penangungjawab Program Wali Asuh yang menjelaskan lembaganya berupaya memberikan kontribusi pelestarian Al-Qur’an di Indonesia dan dunia.

Menurut Direktur Marketing dan Komunikasi PPPA Daarul Qur’an, Dwi Kartika lembaganya ini akan terus berupaya mencetak generasi Qur’ani dan kini sudah ada 35 ribu santri di Tanah Air. “Karena tujuan akhir kita adalah mendapat surganya Allah,” kata dia.

Sedangkan perwakilan Pemerintah Kota Bogor yang diwakili Bagian Kesra, Iman memberikan apresiasi terhadap upaya PPPA Daarul Qur’an. Zaman sekarang meski pendidikan modern seperti IT, tetapi mencetak generasi Islam yang Qur’ani menjadi keharusan. “Harapannya tentu implementasi di masyarakat,” ujarnya.

Pada acara tersebut juga dihadirkan tahfidz tunanetra dari Rumah Tahfidz Nurul Qolbi Tajur sekaligus memberikan santunan modal usaha kepada para santri tunanetra tersebut. Hadirnya orang berkebutuhan khusus ini memberikan inspirasi bahwa orang-orang yang secara fisik saja kurang, tetapi bisa menghafal Al Qur’an. (ara)