Rahma dan Dinda, Anak Kondektur yang Hafal Al-Qur'an

Rahma dan Dinda, Anak Kondektur yang Hafal Al-Qur'an
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Siapapun bisa menjadi penghafal Al-Qur’an asal memiliki niat dan mau berusaha. Seperti Adelia Rahma Sari (16) dan Adinda Salsabila Aisyah (12), kakak beradik ini punya semangat yang tinggi menghafal kalam-kalamNya. Mereka ingin sekali membahagiakan orangtua dengan memberikan hadiah berupa hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Rahma dan Dinda mengaku ingin membalas jasa sang ayah dan ibu yang selama ini telah berjuang membesarkan keduanya. Ayah mereka setiap harinya bekerja sebagai kondektur angkutan kota di daerah asal Rahma dan Dinda yakni Kudus, Jawa Tengah. Sementara sang ibu berjualan sayur matang keliling demi membantu suaminya mencukupi biaya hidup sehari-hari.

Meski hidup sederhana namun keduanya mengaku bahagia memiliki orangtua yang tangguh dan rela berkorban untuk mereka. Di mata Rahma, perjuangan sang ibu membantu perekonomian keluarga sangat luar biasa. Menurutnya, kasih sayang ibu tercintanya itu tiada batas kepada anak-anaknya. Rahma mengingat saat Sukminah sang ibu rela menguras keringat dari pagi hingga pagi lagi.

"Bapak sudah lama bekerja jadi kondektur bus antar kota, tapi jarang bekerja, biasanya juga bantu ibu di rumah untuk masak. Kalau ibu, jadi pedagang sayur keliling, terus ngontrak warung untuk jualan nasi. "Ibu mulai jualan keliling dari jam 6 pagi sampai jam 1 siang menggunakan motor. Terus lanjut jam 9 malam sampai 5 pagi jualan nasi di warung. istirahat hanya siang dan sore itu saja,” ujar Rahma.

Pengorbanan orangtua khususnya sang ibu, membuat Rahma dan Dinda berjanji untuk selalu membahagiakan keduanya. Karenanya, menjadi seorang penghafal Qur’an adalah wujud bakti mereka kepada sang ayah dan ibu yang sejatinya memiliki harapan sama yakni ingin anak-anaknya menjadi ahlul Qur’an. Rahma dan Dinda pun akhirnya berusaha mencari tempat untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Mereka rela merantau ke Jakarta agar impian menjadi hafizah bisa tercapai. Rahma dan Dinda sangat bersyukur Rumah Tahfizh Center (RTC) PPPA Daarul Qur’an menerima mereka untuk menjadi santri mukim di salah satu rumah tahfizh. Kini Keduanya tengah menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfizh Khansa Faizah Hafizhah, pondok yang menjadi cinta pertamanya menghafalkan Al-Qur'an.

Kenyamanan langsung mereka rasakan ketika hari-hari pertama masuk. Tak ada keraguan, yang ada hanya optimisme menghagfal Al-Qur'an 30 juz. Kini, setelah satu tahun berada di sana sejak 2018 lalu, 14 juz telah dihafal Rahma. Ia mengaku sangat senang dan ingin terus menjaga serta menambah hafalannya. Terlebih, saat ini Rahma ditemani sang adik.

Keberadaan Dinda selain sebagai teman satu kamar, juga sebagai teman mencurahkan isi hati Rahma. Dinda yang baru satu bulan berada di rumah tahfizh pun telah menghafalkan juz 30 dan berbagai surat pilihan. Gadis kalem yang murah senyum itu memiliki keinginan menghafalkan Al-Qur'an yang sangat tinggi, tidak kalah dari kakaknya.

“Semoga kami dapat menyelesaikan hafalan Al-Qur'an bersama di rumah tahfizh. Sehingga pulang ke rumah dengan bekal 30 juz kami bisa memberikan hadiah terbaik untuk ayah dan ibu,” ujar Rahma dan Dinda menyampaikan harapan besarnya itu. (dio/ara)