Arti Nuzulul Qur’an

Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Banyak umat Islam memperingati hari besar ini dengan berbagai amalan-amalan baik. Namun apa arti Nuzulul Qur’an sebenarnya?

Arti Nuzulul Qur’an
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Banyak umat Islam memperingati hari besar ini dengan berbagai amalan-amalan baik. Namun apa arti Nuzulul Qur’an sebenarnya?

Secara bahasa, Nuzulul Qur’an terdiri dari dua suku kata, yakni kata Nuzul dan al-Qur’an. Dalam kajian bahasa Arab, kata Nuzulul Qur’an disebut dengan istilah idhafah, atau mudhaf wa mudhaf ‘alaih.

Kata Nuzul berasasl dari kata nazala (نزل) yang secara bahasa Arab artinya turun. Sedangkan al-Qur’an berasal dari kata qara’a (قرأ) yang berarti bacaan.

Dari sini, Nuzulul Qur’an dapat diartikan sebagai turunnya suatu bacaan, turunnya al-Qur’an. Secara istilah, redaksi Nuzulul Qur’an diartikan sebagai proses atau peristiwa turunnya al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam kajian Islam, jika membahas mengenai Nuzulul Qur’an, maka ada dua kata penting yang mesti dijelaskan. Kedua kata ini akan mampu membuat pemahaman kita lebih baik mengenai topik Nuzulul Qur’an.

Kedua kata tersebut adalah kata anzala (انزل) dan nazzala (نزّل). Kedua kata tersebut terdapat di dalam al-Qur’an ketika membahas tentang turunnya al-Qur’an.

Keduanya, kata anzala (انزل) dan nazzala (نزّل), meski memiliki akar kata yang sama, namun memiliki makna spesifik yang berbeda. Sebagaimana kita ketahui bahwa bahara Arab memiliki kekayaan makna yang luar biasa.

Pertama, kata nazzala (نزّل). Meskipun sama-sama memiliki arti kata turun, namun ia makna spesifiknya sendiri. Kata ini menunjukkan suatu proses penurunan sesuatu yang dilakukan secara berangsur-angsur atau berulang-ulang. 

Kedua, kata anzala (انزل). Kata ini berbeda dengan kata sebelumnya. Kata anzala (انزل) dapat diartikan sebagai proses turunnya sesuatu yang dilakukan secara sekaligus dalam satu jumlah.

Dari sini, para ulama berpendapat bahwa al-Qur’an turun melalui dua proses besar. Pertama turun secara sekaligus, dan kedua turun secara berangsur-angsur.

Proses pertama adalah proses turunnya al-Qur’an dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul Izzah atau Langit Dunia. Sedangkan proses kedua terjadi dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad.

Proses pertama terjadi secara sekaligus. Pada proses ini, tak ada satu pun orang yang tahu kapan ini terjadi. Sedangkan pada proses kedua, proses tersebut terjadi secara berangsur-angsur. Proses ini terjadi pertama kali pada tanggal 17 Ramadan di Gua Hira.

Nah, Nuzulul Qur’an yang terjadi pada proses kedua inilah yang sering diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebagian besar ulama sepakat bahwa wahyu yang pertama turun adalah QS. Al-‘Alaq/96.

Demikian pembahasan singkat mengenai arti Nuzulul Qur’an. Dengan demikian, umat Islam tahu bagaimana proses penurunan al-Qur’an yang terjadi dalam dua proses besar.

Wallahu a’lam.