Cara Menghitung Zakay Nuqud

Secara bahasa, zakat (زكاة) artinya kesucian, perkembangan, pertumbuhan, atau keberkahan. Secara istilah, zakat ialah sejumlah harta yang diambil dari orang-orang tertentu dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu.

Cara Menghitung Zakay Nuqud
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Secara bahasa, zakat (زكاة) artinya kesucian, perkembangan, pertumbuhan, atau keberkahan. Secara istilah, zakat ialah sejumlah harta yang diambil dari orang-orang tertentu dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu.

Bagi umat Islam, zakat adalah salah satu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah swt. Bahkan, zakat menjadi salah satu bagian dari rukun Islam. Hal ini menunjukkan bahwa zakat menjadi satu dari sekian komponen penting dalam menjalankan keberislaman. Mengenai kewajiban zakat, Allah swt. berfirman: 

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya: “Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” 

Jika berbicara mengenai zakat, masyarakat biasanya langsung terbayang kepada zakat fitrah. Padahal ada beberapa zakat lain selain zakat fitrah. Salah satu zakat tersebut adalah zakat nuqud. Ini adalah zakat yang berhubungan emas, perak, uang, dan harta lainnya yang senilai dengan ketiga hal itu. 

Emas, perak, uang, dan harta lainnya seperti logam mulia, batu mulia, tabungan, deposito termasuk harta yang wajib dizakati apabila jumlah akumulasinya mencapai nisab dan terpenuhi syarat-syaratnya.

Kewajiban tersebut didasarkan atas beberapa dalil al-Qur’an dan hadis. Allah swt berfirman dalam QS. Al-Taubah/9: 34:

وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ

Artinya: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.”

Selain itu, Nabi Muhammad saw., melalui hadisnya, mewajibkan umat Islam untuk menunaikan zakat nuqud. Nabi Muhammad saw. bersabda:

فَإِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ يَعْنِي فِي الذَّهَبِ حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ (رواه أبو داود عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه)

Artinya: “Apabila engkau mempunyai perak 200 dirham dan telah cukup satu tahun maka zakatnya 5 dirham. Dan tidak wajib atasmu zakat emas hingga engkau mempunyai 20 dinar. Apabila engkau telah mempunyai 20 dinar dan telah cukup satu tahun maka wajib padanya zakat sebesar setengah dinar. Pertambahan jumlah (emas dan perak) nya zakatynya mengikuti hitungan tersebut.” (HR. Abu Dawud dari Ali bin Abi Thalib ra.)

Emas, perak, dan harta-harta lainnya wajib dizakati apabila mencapai nisabnya yakni 20 mitsqal untuk emas yang pada zaman sekarang sama dengan 85 gram. Sedangkan untuk perak nisabnya 200 dirham yang pada zaman sekarang sama dengan 595 gram. Sedangkan kadar zakat dari harta-harta tersebut di atas ialah 2,5%. Berikut cara menghitung zakat nuqud:

Jumlah harta nuqud x 2,5% = harta yang wajib dizakati

Narasumber: KH. Ahmad Kosasih (Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur’an)